PENDAKIAN WAJIB GUNUNG SLAMET ANGGOTA BIASA VIA LESTARI: TAPAK TILAS SIMBAH SLAMET

Kegiatan Pendakian Wajib Gunung Slamet via Lestari telah dilaksanakan oleh Anggota Biasa UPL MPA Unsoed pada 2–5 April 2026 jalur Lestari, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lima anggota pendakian yang mengikuti kegiatan ini yaitu Indra Kurnia Wicaksono (NRP.UPL-2023504/Elang Kelabu), Muhammad Dika Ardani (NRP.UPL-2023512/Elang Kelabu), Aldo Boedijanto Soendoro (NRP.UPL-2024518/Cakar Karang), Nandana Haidar Rahman (NRP.UPL-2024526/Cakar Karang), Zaki Zidan Saputra (NRP.UPL-2025545/Igir Samudra). Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian pendidikan dan latihan bagi Anggota Biasa untuk belajar mengelola kegiatan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Selain menjadi kewajiban sebagai Anggota Biasa UPL MPA Unsoed, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi anggota untuk menguasai jalur pendakian dan mempraktikkan kemahiran mereka sebagai bekal di pendakian selanjutnya.

Gambar 1. Tim Pendakian Anggota Biasa Via Lestari

Selama pendakian wajib ini kami menerapkan beberapa metodologi atau teori seperti manajemen perjalanan, teknik berjalan, penaksiran cuaca dan sebagainya. Selain sebagai wadah dalam meningkatkan kemampuan anggota biasa dalam berkegiatan di alam bebas, kegiatan ini juga sebagai bentuk peran organisasi dalam kesiapsiagaan SAR. Kondisi Gunung Slamet sebagai salah satu gunung berapi aktif tertinggi yang ada di Pulau Jawa, kami anggap ideal untuk meningkatkan insting dan kewaspadaan kami dalam berkegiatan di alam bebas.

Gambar 2. Jalur Pendakian Lestari Pos 2 - Pos 3


Gambar 3. Jalur Pendakian Lestari Pos 4 - Pos 5

Kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang jago atau unjuk keahlian, namun selama kegiatan ini kami juga mendeskripsikan jalur serta area camp yang ada di Gunung Slamet via Lestari. Kondisi vegetasi yang ada di sepanjang jalur pendakian Gunung slamet via Lestari cenderung masih sangat tertutup dengan dominansi medan yang menanjak. Selama pendakian kami menemukan berbagai macam flora dan fauna endemik Gunung Slamet yang menunjukkan biodiversitas yang baik. Medan yang sulit dijamah dengan beberapa titik terdapat pohon tumbang dan vegetasi yang membentuk terowongan alami menyulitkan langkah kami dalam menyusuri jalur yang ada.


Gambar 4. Jalur Pendakian Lestari Pos 6 - Pos 7

Medan yang berat dan cukup panjang kami temui hampir di setiap etape, khususnya etape pos 2–pos 3 dan pos 6–pos 7 yang merupakan etape terpanjang dan terekstrem. Kedua etape ini kurang lebih membutuhkan waktu tempuh selama 120 menit dengan medan yang terus menanjak. Area camp dapat ditemui di pos 4 dan pos 7 dengan kapasitas kurang lebih dapat menampung sebanyak 7 tenda. Pada setiap area camp dapat ditemui mata air yang berupa aliran air bekas jalur lahar atau biasa dikenal dengan “wedus gembel”. Secara keseluruhan kegiatan ini membutuhkan persiapan fisik dan logistik yang matang karena medan yang ekstrem dan vegetasi yang rapat.


Gambar 5. Penutupan Kegiatan Pendakian Wajib Anggota Biasa


Perjalanan ini hanya satu cerita dari banyak cerita kami, tetap melangkah dan memupuk diri adalah cara kami mencintai Ibu Pertiwi.


Hidup Tuk Sementara, Berpetualang Tuk Selamanya.


Hello Genk!!!

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar