Pendakian Wajib Gunung Slamet Anggota Muda Bara Sabana: Pendakian Usai, Puncak Tak Sampai

Pendakian Wajib Gunung Slamet Anggota Muda Bara Sabana dilakukan pada tanggal 3—5 April 2026 via Bambangan. Tim yang melalui jalur Bambangan terdiri dari empat Anggota Muda yaitu R, Ahmad Hafid Dwiki (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Arna Ghasya M (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Danish Attaullah (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Via Ismatul M (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), serta dua pendamping dari Anggota Biasa yaitu, Dimas Wishal Al Ghifari (NRP.UPL-2023501/Elang Kelabu) dan Fery Gunawan (NRP.UPL-2024524/Cakar Karang).

Gambar 1. Kelompok 2 Pendakian Wajib Anggota Muda Bara Sabana Via Bambangan di Gerbang Pendakian

Kegiatan Pendakian ini merupakan tahapan kegiatan pada masa bimbingan Anggota Muda dan menjadi bekal pada kegiatan selanjutnya di UPL MPA Unsoed. Pemilihan jalur Bambangan ini dipilih karena menyuguhkan jalur yang bisa menempa fisik dan mental. Jalur yang berisi lumut, tanah basah, vegetasi lebat dan trek yang memiliki sedikit bonus menjadi alasan kenapa jalur ini dipilih. Dibalik trek yang memiliki banyak rintangan ada beberapa botani dan zoologi yang tim temukan, salah satunya Rubus rosifolius atau uncen uncen.

Gambar 2. Rubus rosifolius atau uncen uncen

Jalur dari basecamp menuju Pos 4 diisi dengan pemandangan yang memanjakan mata, disambut dengan hutan pinus dan sungai yang bisa menambah bumbu pelengkap di jalur pendakian. Dibalik memukaunya pemandangan terdapat jalur yang cukup menantang, jalur yang licin, vegetasi lumut yang lebat, akar pohon yang melintang yang membuat tim mengeluarkan tenaga lebih. Antara Pos 4 hingga Pos 5 (2.821 mdpl), medan menjadi sangat licin akibat hujan yang membuat tim harus melewati tantangan yang lebih menantang. Sesampainya di Pos 5 keadaan mulai cerah, sehingga memudahkan tim untuk melakukan aktivitas camp dan praktik penaksiran tinggi pada pohon mati.

Gambar 3. Summit Attack via Bambangan

Tim melaksanakan kegiatan dengan cuaca yang sangat cerah, tetapi tim tak sampai puncak pada hari kedua karena perjalanan dihentikan oleh ranger Bambangan dan Dipajaya di Pos 9 (3.172 mdpl). Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas vulkanik berupa kenaikan suhu kawah yang drastis, dari kondisi normal di bawah 200°C menjadi di atas 400°C. Selama perjalanan, tim sempat bersosialisasi dengan komunitas MAPAK Batujajar Bandung di Pos 7 dan MAPELBA Banten di Pos 3 saat perjalanan turun. Tim berhasil melaksanakan pendakian dengan usai tetapi dengan catatan puncak tak sampai.

Gambar 4. Bertemu dengan MAPELBA Banten

Secara keseluruhan, Pendakian Wajib Anggota Muda Bara Sabana Via bambangan ini telah usai walaupun tak sampai puncak. Kelompok 2 Anggota Muda Bara Sabana tidak hanya menyelesaikan pendakian untuk memenuhi syarat Masa Bimbingan saat ini, tetapi juga berhasil menyatukan pemahaman tentang pentingnya persiapan yang matang, kerja sama tim dan cara menghargai alam. Pengalaman ini bisa dijadikan pembelajaran untuk kegiatan kedepannya pada masa Anggota Muda dengan bekal mental dan fisik yang kuat serta pertanggungjawaban yang dapat eksekusi.

Hello Genk!!

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar