Senin, 1 Agustus 2016 Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan acara Pelepasan Atlet Ekspedisi Soedirman VI yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai 1 UNSOED. Acara yang telah dinantikan selama 3 tahun terakhir ini dihadiri oleh 90 tamu undangan. Salah satu diantaranya yaitu Bapak Agus Utomo yang merupakan kepala Bakorwil III Jawa Tengah yang mewakili gubernur Jawa Tengah dalam memberikan sambutan. Sangat disayangkan, pelepasan kali ini tidak dihadiri oleh perwakilan Bupati Banyumas untuk melepas langsung Atlet Ekspedisi Soedirman VI.
Acara pelepasan berlangsung dengan khidmat. Acara pelepasan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana ekspedisi, ketua umum XXXI UPL MPA UNSOED, pembina UPL MPA UNSOED Prof. Dr. Hibnu Nugroho S.H,M.H, Rektor Universitas Jenderal Soedirman yang diwakili oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Dr. Ir. V Prihananto M.Si. Selanjutnya sambutan yang terakhir oleh Bapak Agus Utomo, kepala Bakorwil III pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku perwaiklan dari Atlet Ekspedisi Soedirman VI dilepas secara simbolis dengan mencium panji UPL MPA UNSOED dan bendera UNSOED yang diiringi dengan lagu Indonesia Pusaka.
Dihadiri orang tua atlet, pelepasan hari ini terasa semakin khidmat. Pemaparan konsep operasional dengan memaparkan track yang akan dilalui atlet, membuat orang tua atlet merasa khawatir. Namun, berkat semangat yang membara dari para atlet, orang tua mereka pun tetap mendukung mereka dan selalu mendoakan agar selamat dan kembali ke tanah air. Acara ditutup dengan berfoto bersama, moment tersebut merupakan pembuka dari kegiatan Ekspedisi Soedirman VI yang sesungguhnya. Kegiatan ini dijadwalkan tanggal 4 Agustus 2016 dan kembali tanggal 2 September 2016 dengan selamat adalah doa dari setiap orang yang hadir pada acara pelepasan hari itu dan juga dari seluruh Anggota UPL MPA UNSOED di seluruh dunia untuk Dwi, Aji dan Arizal.
Selain mendaki puncak gunung tropis tertinggi di dunia dan menjadi pendaki Indonesia pertama yang mendaki Nevado Huascaran, ekspedisi ini membawa misi mengenalkan budaya Indonesia, meliputi makanan khas, kesenian, dan tempat wisata. Kegiatan pengenalan budaya ini akan dilaksanakan di Universitas San Marcos, dibantu oleh staf KBRI Lima, Peru. Semoga sang saka Merah Putih akan berkibar gagah di Puncak Gunung Tropis tertinggi dunia pada HUT RI yang ke 71 tahun.
Media Sosial