Pendakian Wajib Anggota Biasa via Bambangan: Menempa Mental di Atap Jawa Tengah

Tiga anggota biasa, M. Fathoni Atthoriq NRP.UPL-2024514/CK, Fery Gunawan NRP.UPL-2024524/CK, Zebi Femi I. A. NRP.UPL-2025531/IS, sukses melaksanakan kegiatan "Pendakian Wajib Gunung Slamet" yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 Maret 2026. Pendakian melalui jalur Bambangan ini menjadi pemahaman jalur untuk kegiatan yang akan datang dan SAR.

Gambar 1. Tim berada di pintu jalur Bambangan

Perjalanan dimulai dengan mengurus administrasi di Basecamp Bambangan, meliputi biaya registrasi Rp35.000/orang, surat kesehatan Rp25.000/orang dan pemenuhan legalitas tim melalui materai surat pernyataan dengan harga Rp15.000.

Tim memulai langkah menuju Pos 1 (Pondok Gembirung) yang berada di ketinggian 1.950 mdpl dengan waktu tempuh 2 jam berjalan kaki. Dari Pos 1 yang merupakan batas ojek dan pusat warung makan, tim melanjutkan perjalanan menembus hutan lumut menuju Pos 2 (Pondok Walang) 2.261 mdpl selama 1 jam.


Gambar 2. Tim berada di Pos 3 Pondok Cemara

Tantangan meningkat saat menuju Pos 3 (Pondok Cemara) 2.500 MDPL karena medan yang licin pasca hujan dimalam hari. Setelah 45 menit, tim melanjutkan ke Pos 4 (Samaranthu) 2.675 MDPL. Berbeda dengan pos lainnya, Pos 4, 8, dan 9 tidak memiliki fasilitas warung. Hari pertama ditutup dengan mendirikan camp di Pos 5 (Samhyang Rangkah) (2.800 MDPL), lokasi yang direkomendasikan karena area luas, terdapat shelter, dan akses sumber air.

Gambar 3. Tim melakukan coffee break di Puncak

Dini hari pukul 04.00 WIB, tim memulai persiapan summit attack. Di bawah langit yang cerah, tim bergerak melewati Pos 6 hingga Pos 9 (Pelawangan) dengan estimasi waktu antar pos berkisar 20-30 menit.

Gambar 4. Tim berada di Puncak Wijaya

Tepat setelah 1 jam perjalanan dari Pelawangan, tim mencapai Puncak Wijaya. Momen keberhasilan ini dirayakan dengan menikmati hidangan layaknya suasana lebaran berupa nastar, jeli, dan buah melon segar di atas ketinggian. Perjalanan ditutup dengan mengunjungi puncak memorial, Puncak Surono, sebelum kembali ke camp di Pos 5 pada pukul 10.00 WIB.

Gambar 5. Tim berada di Puncak Surono

Hari terakhir diawali dengan suasana hangat di bawah matahari jingga keemasan. Sambil memulihkan tenaga, tim menyantap masakan tumis sawi putih sosis dan nugget geprek. Sebelum turun, tim menjalankan edukasi dengan membuat konten informatif mengenai kondisi jalur, sumber air dan rekomendasi tempat istirahat bagi pendaki lain.

Sepanjang perjalanan turun, tim tetap menjaga etika dengan bertegur sapa hangat kepada pendaki lain. Setelah melewati jalur makadam yang menguras tenaga, tim tiba di basecamp pada pukul 11.30 WIB. Setelah beristirahat dan membersihkan diri, tim kembali ke Sekretariat pada pukul 14.00 WIB.

Pendakian Wajib Gunung Slamet Via Bambangan.... Helo Genk!!

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar