Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA Unsoed) melaksanakan simulasi pendidikan lanjutan (Dikjut) susur gua di Gua Kemit, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada 14–16 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh delapan anggota aktif sebagai upaya meningkatkan keterampilan teknis dalam penelusuran gua, khususnya teknik vertikal dan pemetaan speleologi.
![]() |
| Gambar 1. Pintu Gua Gandul yang merupakan sambungan dari Gua Kemit |
![]() |
| Gambar 2. Pintu Gua Kemit |
Gua Kemit merupakan gua dengan karakter lorong horizontal dan vertikal yang berada di kawasan perkebunan warga. Gua ini memiliki panjang lorong horizontal sekitar 23 meter dan termasuk lorong tipe vadose karena tidak memiliki aliran air permanen, air hanya mengalir saat hujan. Gua ini tergolong tidak aktif meski demikian, ekosistem di dalamnya masih dihuni berbagai fauna seperti kelelawar, jangkrik, dan larva serangga. Selama kegiatan, tim membagi tugas antara pemasangan jalur Single Rope Technique (SRT) dan persiapan perlengkapan lapangan seperti flysheet serta pengelolaan peralatan yang dibawa menggunakan tas khusus berkapasitas besar (duffel). Teknik SRT yang digunakan merupakan metode penelusuran gua dengan satu tali sebagai jalur naik dan turun pada medan vertikal. Pada simulasi ini digunakan metode Frog System, dengan lintasan awal berupa medan licin sebelum mencapai titik vertikal.
![]() |
| Gambar 3. Single Rope Technique (SRT) |
Selain latihan teknik vertikal, kegiatan juga mencakup pemetaan gua menggunakan standar grade 3B. Pemetaan dilakukan langsung di dalam gua dengan membuat sketsa lorong menggunakan kompas, klinometer, serta tali ukur yang ditandai setiap meter untuk menjaga ketelitian pengukuran. Data tersebut kemudian digunakan untuk menggambarkan perspektif gua yang diproyeksikan ke bidang datar dengan skala tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara visual dan matematis. Dalam proses pemetaan tersebut, tim menemukan sebuah ruangan kecil yang sebelumnya belum pernah dijelajahi anggota UPL. Ruangan tersebut mampu menampung sekitar delapan orang dan memiliki formasi flowstone unik berbentuk tabung dengan rongga di bagian tengah menyerupai silinder. Temuan ini kemudian didokumentasikan sebagai bagian dari data eksplorasi.
![]() |
| Gambar 4. Flowstone |
![]() |
| Gambar 5. Pemetaan Gua menggunakan Grade 3B |
Kecamatan Ajibarang sendiri dikenal memiliki potensi kawasan karst dengan banyak gua, di antaranya Gua Sumur, Gua Lawa, Gua Langse, Gua Lawang, Gua Kemit, dan Gua Kromong. Kawasan gamping di Desa Darmakradenan tersusun atas batuan gamping klastik dan batuan gamping terumbu berumur Pliosen yang membentuk perbukitan kapur serta sistem gua yang beragam. Potensi tersebut membuka peluang bagi UPL MPA Unsoed sebagai organisasi mahasiswa pencinta alam di Purwokerto untuk terus melakukan eksplorasi dan pengembangan pengetahuan speleologi di wilayah Banyumas.
Di antara gelap dan batu, kami percaya pada ilmu dan alat.
Hello genk!!





0 Komentar