Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA UNSOED) melaksanakan Latihan Lapang Pengembaraan Anggota Muda Bara Sabana Divisi Panjat Tebing di Tebing Wadas Rebo, Desa Dukuh Benda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada tanggal 1– 4 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh enam anggota muda; Arna Ghaysa Mauludika (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Ibrahim Murdani (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Irfan Ahmad Sholahuddin (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Muhammad Rizieq Hibatullah (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Salwa Ramadhani (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), dan Zulfi Nandita Rakhma (NRP.UPL-AM/Bara Sabana) didampingi tiga pendamping: Ali Sabab Izzul Abi (NRP.UPL-2024516/EK), Nadia Naurotul Ahadiyah (NRP.UPL-2024521/CK), dan Zebi Femi Ibrahim Aryanto (NRP.UPL-2025531/IS).
|
|
| GAMBAR 1 Sistem Double Belay |
Pada latihan lapang ini, tim menggunakan sistem pemanjatan Himalayan, dengan ketentuan bahwa suatu pemanjatan dikatakan berhasil apabila salah satu anggota tim berhasil mencapai puncak tebing. Selain itu, tim juga melaksanakan manajemen perjalanan, pemetaan jalur navigasi darat dan jalur pemanjatan.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan latihan lapang ini adalah untuk mengaplikasikan teknik-teknik dan sistem pemanjatan seperti; Artificial Climbing, Single Rope Technique, Hanging Camp, Double Rope dan Double Belay.
Tebing Wadas Rebo berada di Desa Dukuh Benda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Tebing ini memiliki tinggi sekitar 20m dari dasar tebing dan tersusun atas batuan andesit. Lokasi Tebing Wadas Rebo dapat ditempuh dari arah Purbalingga maupun Ajibarang menuju Kecamatan Bumijawa. Dari Desa Dukuh Benda, pemanjat harus berjalan kaki sekitar 300m dengan kenaikan elevasi sekitar 82m hingga mencapai dasar tebing yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl.
|
|
| GAMBAR 2 Sistem Pemanjatan Artificial Climbing |
Selama kegiatan, tim membagi tugas antara sistem pemanjatan artificial climbing dengan sistem runner to runner untuk menambah ketinggian serta melakukan pemasangan jalur Single Rope Technique (SRT) dengan membuat anchor yang dipasangkan pada hanger yang tersedia di tepi pitch. Metode SRT yang digunakan merupakan metode ascending dan descending dengan menggunakan peralatan seperti Jumar, Grigri, Autostop, dan Figure of Eight yang diaplikasikan pada satu tali statis sebagai jalur naik dan turun pada medan vertikal. Medan pemanjatan Tebing Wadas Rebo memiliki karakteristik batuan andesit yang terbentuk akibat letusan Gunung Slamet. Struktur tebing ini menyediakan berbagai bentuk rekahan, tonjolan, dan celah batuan yang sangat ideal untuk pengaplikasian berbagai jenis sistem pengaman pemanjatan, baik pengaman artifisial maupun natural seperti sling, chock, ataupun piton.
|
|
| GAMBAR 3 Metode Descending |
Metode Ascending adalah metode yang digunakan untuk menambah ketinggian pada teknik SRT, pemanjat biasanya menggunakan Jumar dan Grigri sebagai penahan beban utama dalam pemanjatan. Sedangkan, metode Descending adalah metode yang digunakan pemanjat untuk turun ketika menggunakan teknik SRT, alat yang digunakan yaitu; Autostop, Grigri dan Figure of Eight.
Hanging camp merupakan teknik menginap di tebing dengan salah satu tujuannya untuk menghemat waktu dan tenaga dalam pemanjatan. Hanging camp biasanya digunakan pada tebing dengan kategori big wall, di mana untuk menyelesaikan pemanjatannya dibutuhkan waktu lebih dari satu hari. Jadi, untuk menghemat waktu dan tenaga dalam pemanjatannya, pemanjat tidak perlu turun lagi ke bawah untuk menginap di dasar tebing. Terdapat beberapa cara untuk melakukan teknik hanging camp, antara lain menggunakan doome khusus untuk di tebing, menggunakan hammock, atau bisa memanfaatkan teras-teras tebing.
Pitch adalah suatu bagian dari tebing yang aman digunakan untuk berhenti dan membuat anchor biasanya berbentuk teras, pada pemanjatan di tebing ini, pitch yang ditemukan berjenis Slab Pitch yaitu pitch dengan kemiringan kurang dari 90 derajat yang landai, dan sangat mengandalkan gesekan sepatu dan keseimbangan kaki. Di sinilah titik dimana semua pemanjat berada di ketinggian yang sama.
|
|
| GAMBAR 4 Hanging Camp |
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, kerja sama tim, serta kesiapsiagaan Anggota Muda Bara Sabana dalam menghadapi medan panjat tebing secara aman, profesional, dan bertanggung jawab.
Hello Genk!!
Salam Panjat!!
0 Komentar