Unit Pecinta Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA Unsoed) menyelenggarakan kegiatan Jungle Survival Anggota Biasa pada 11–13 Februari 2026 di kawasan Kalipagu wilayah Kalimanggis dan Ciangin, dengan titik koordinat utama 7°18’41’’ LS, 109°11’36’’ BT hingga 7°17’01’’ LS, 109°11’16’’ BT. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Biasa UPL MPA Unsoed dan dipandu langsung oleh tiga instruktur, yakni Agus Ariyanto NRP.UPL-2003288/Cakra Bayu, Dimas Wishal Al Gifari NRP.UPL-2023501/Elang Kelabu, dan Indra Kurnia Wicaksono NRP.UPL-2023501/Elang Kelabu. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk latihan survival terpadu yang mencakup navigasi medan, manajemen perjalanan, aktivitas camp, pemanfaatan sumber daya alam, serta pembentukan mental dan karakter anggota dalam menghadapi kondisi alam secara nyata.
![]() |
| Gambar 1. Foto Bersama Anggota Biasa dan Anggota Muda |
Secara keseluruhan, Jungle Survival Anggota Biasa 2026 dirancang sebagai media pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan aspek fisik, mental, pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sejak awal kegiatan, peserta dibentuk untuk berpikir mandiri melalui sistem clue dan koordinat, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada jalur tetap, tetapi dituntut mampu membaca medan, menentukan rute, serta mengelola risiko perjalanan. Pembagian jalur, pendampingan instruktur di berbagai lintasan, serta pertemuan kembali di titik-titik strategis menjadi bagian dari simulasi navigasi dan manajemen tim di alam bebas. Selama perjalanan, anggota dilatih mengenali dan mengumpulkan biologi praktis seperti tanaman pangan dan tanaman bermanfaat lainnya, sehingga mereka tidak hanya berjalan, tetapi belajar memahami ekosistem sebagai sumber kehidupan yang harus dikenali dan dijaga. Aktivitas ini diperkuat dengan pembelajaran pemanfaatan bambu sebagai wadah air dan media memasak, yang menanamkan prinsip survival berbasis kearifan alam dan keberlanjutan sumber daya.
![]() |
| Gambar 2. Arahan dan Briefing dari Instruktur untuk Berlangsungnya Kegiatan |
Di area camp, peserta dibekali pembelajaran komprehensif mengenai manajemen perkemahan, mulai dari penyidikan alat dan perlengkapan, pendirian bivak semi alam, bivak perapian, hingga pengelolaan api sebagai sumber energi utama. Seluruh proses dilakukan dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi, sehingga anggota dilatih untuk tidak bergantung pada fasilitas modern, melainkan mengoptimalkan potensi alam secara bijak dan bertanggung jawab. Aktivitas camp juga menjadi sarana pembentukan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, serta ketahanan fisik dan mental, karena seluruh kebutuhan dasar seperti air, pangan, tempat berlindung, dan api harus diupayakan sendiri oleh peserta. Proses memasak menggunakan perapian, pengolahan bahan botani praktis, serta pengelolaan logistik sederhana menjadi media pembelajaran nyata tentang kemandirian hidup di alam terbuka.
![]() |
| Gambar 3. Tim Anggota Biasa |
Perpindahan antarcamp berbasis koordinat, pembentukan kelompok kecil, serta pengumpulan bahan kebutuhan camp selama perjalanan menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada penguatan kemampuan manajerial, komunikasi, dan kerja tim. Setiap anggota dilatih untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca, kontur medan, keterbatasan sarana, serta dinamika kelompok, sehingga terbentuk karakter tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Pembelajaran tambahan seperti demonstrasi pembuatan jerat oleh instruktur memperkaya wawasan survival peserta, tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman prinsip sebab-akibat dalam setiap tindakan di alam. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan kebersamaan antar tim sebagai simbol solidaritas, persaudaraan, dan nilai kekeluargaan yang menjadi ruh utama organisasi.
![]() |
| Gambar 4. Anggota Biasa Sedang Melakukan Navigasi Darat untuk Menemukan Titik Camp |
Jungle Survival Anggota Biasa 2026 bukan sekadar kegiatan alam bebas, tetapi merupakan proses pendidikan karakter yang menanamkan nilai kemandirian, ketangguhan, kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, serta penghormatan terhadap alam. Melalui kegiatan ini, UPL MPA Unsoed menegaskan komitmennya dalam membentuk anggota yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan etika lingkungan. Sebagaimana nilai yang terus dipegang teguh dalam setiap kegiatan.
![]() |
| Gambar 5. Evaluasi keseluruhan dan saran kedepan dari Instruktur untuk pematerian serta pengaplikasian yang didapatkan |
“Alam tidak akan memberikan toleransi, buat aktivitasmu senyaman dan seaman mungkin. Bukan seadanya. Hukum sebab-akibat akan terjadi di manapun kalian berada.
Tidak ada UPL yang hebat, adanya UPL yang terus berlatih.”
Hello Genk!! UPL !!





0 Komentar