Operasional Pengembaraan Divisi Panjat Tebing: PUNCAK TEBING SUMBING YANG SEKIAN LAMA DINANTI

Operasional Pengembaraan Divisi Panjat Tebing

PUNCAK SUMBING YANG SEKIAN LAMA DINANTI

Gunung Kelud, Kediri | 8 - 14 Agustus 2026 | Bara Sabana UPL MPA Unsoed

"Salam Panjat!!"

Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA UNSOED) melaksanakan Operasional Pengembaraan Divisi Panjat Tebing Anggota Muda Bara Sabana di Tebing Sumbing Gunung Kelud Jalur Metro TV di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Tim Ekspedisi

Kegiatan ini diikuti oleh lima Anggota Muda dan tiga pendamping:

  • Anggota Muda: Arna Ghaysa Mauludika, Ibrahim Murdani, Muhammad Rizieq Hibatullah, Salwa Ramadhani, & Zulfi Nandita Rakhma (NRP.UPL-AM/Bara Sabana).
  • Pendamping: Ali Sabab Izzul Abi (EK), Nadia Naurotul Ahadiyah (CK) dan Zebi Femi Ibrahim Aryanto (IS).

Sistem Pemanjatan & Tujuan

Pada Operasional kali ini menggunakan sistem pemanjatan Himalayan, yang dimana suatu pemanjatan dikatakan berhasil apabila salah satu anggota tim berhasil mencapai puncak tebing. Selain itu, tim juga melaksanakan manajemen perjalanan, pemetaan jalur navigasi darat dan jalur pemanjatan.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan teknik-teknik dan sistem pemanjatan seperti Artificial Climbing, Single Rope Technique, hanging camp, double rope, double belay dan hangging belay serta menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi tentang bakti lingkungan.


GAMBAR 1: Sistem Pemanjatan Artificial Climbing


GAMBAR 2: Sistem Single Rope Technique

Akses & Karakteristik Tebing Sumbing

Untuk menuju dasar tebing, perjalanan dari basecamp menempuh ±38 km dengan waktu ±1,5 Jam menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Kawasan wisata ini memiliki 3 titik parkir berjenjang dari roda 4 hingga pangkalan ojek.

Karakteristik dari batuan Tebing Sumbing yaitu batuan andesit yang banyak ditumbuhi jamur, lumut, serta rumput liar. Ada beberapa batuan yang rapuh dan mudah lepas. Setelah dihitung kembali menggunakan GPS Garmin, tebing ini berada di angka 196 meter dari dasar tebing. Pemanjatan kali ini berhasil melampaui target awal (150 meter) dengan mencapai TOP di ketinggian 196 meter!


GAMBAR 3: Jalur Pemanjatan Tebing Sumbing


GAMBAR 4: Top Tebing Sumbing (196m)

Metode Descending & Hanging Camp

Jalur pemanjatan mengikuti titik-titik hanger lama. Karena minimnya hanger, pemanjatan banyak dilakukan dengan scrambling, yaitu di antara pitch 1-3 dan pitch 4-5. Tim juga menerapkan metode descending praktis menggunakan Grigri tanpa memasang anchor di atas, sehingga tali dapat langsung di-cleaning dari dasar tebing.


GAMBAR 5: Hanging Camp pada Pitch 5


GAMBAR 6: Metode Descending

Hanging camp merupakan teknik menginap di tebing kategori big wall untuk menghemat waktu dan tenaga. Tim melakukan hanging camp dua kali: di pitch 2 menggunakan flysheet dan di pitch 5 menggunakan hammock. Pitch yang ditemukan berjenis Slab Pitch (kemiringan kurang dari 90 derajat) yang sangat mengandalkan gesekan sepatu dan keseimbangan.


GAMBAR 7: View dari Pitch 3 Tebing Sumbing


GAMBAR 8: Foto team bersama alumni


Keberhasilan mencapai TOP di ketinggian 196 meter menjadi pencapaian sekaligus pengalaman berharga bagi Anggota Muda Bara Sabana. Pengembaraan ini bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang proses, kerja sama, dan pengalaman yang didapatkan di setiap meter ketinggian.

Hello Genk!!
Salam Panjat!!
"Climb Now or Never"
Reactions

Posting Komentar

0 Komentar