INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA MANGROVE DI ARBORETUM KOLAK SEKANCIL

— Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman melakukan Latihan Lapang Pengembaraan Anggota Muda Bara Sabana pada tanggal 16–18 Juli 2026 di kawasan Arboretum Kolak Sekancil, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh enam orang anggota, yaitu Gael Gellet (NRP.UPL-2024517/Cakar Karang) dan Ibnu Syahrizal Shadzimin (NRP.UPL-2024528/Cakar Karang) beserta Marelyne Shinta Probhowati (NRP.UPL-2025535/Igir Samudra) sebagai pendamping, serta Setya Putra Wibowo (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), Gustiar Ali Wijoyo (NRP.UPL-AM/Bara Sabana), dan Via Ismatul Maula (NRP.UPL-AM/Bara Sabana) sebagai peserta. Kegiatan ini difokuskan pada inventarisasi flora dan fauna mangrove melalui pengamatan langsung, analisis vegetasi, dokumentasi lapangan, serta identifikasi spesies.
Gambar 1. Tim Konservasi Mangrove

Penelitian ini dilaksanakan di Arboretum Kolak Sekancil, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Arboretum Kolak Sekancil berfungsi sebagai kawasan konservasi, habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan wisata edukasi berbasis lingkungan. Selain itu, kawasan ini dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Tani Krida Wana Lestari sebagai bentuk partisipasi dalam pelestarian ekosistem mangrove. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis vegetasi menggunakan metode line transek. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dengan membuat jalur pengamatan yang dibagi ke dalam beberapa plot, kemudian dilakukan identifikasi spesies mangrove, pencatatan jumlah individu, dokumentasi lapangan, serta analisis menggunakan parameter ekologi seperti kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi, dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan tingkat keanekaragaman spesies mangrove, serta mengidentifikasi berbagai biota asosiasi yang hidup di kawasan Arboretum Kolak Sekancil.

Gambar 2. Pemasangan Line Transek
Gambar 3. Pengukuran Lingkar Batang

Selama kegiatan penelitian, tim menyusuri kawasan Arboretum Kolak Sekancil yang didominasi oleh vegetasi mangrove dengan substrat berlumpur untuk melakukan inventarisasi flora dan fauna pada enam plot pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi vegetasi mangrove di kawasan Arboretum Kolak Sekancil masih tergolong baik. Hal ini ditunjukkan oleh ditemukannya 369 individu mangrove yang terdiri atas tingkat pertumbuhan semai, pancang, tiang, dan pohon. Jumlah semai yang mendominasi dibandingkan tingkat pertumbuhan lainnya menunjukkan bahwa proses regenerasi alami mangrove masih berlangsung dengan baik, sehingga ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung pertumbuhan vegetasi secara berkelanjutan.

Gambar 4. Pencatatan Data
Gambar 5. Pengolahan Data

Tim berhasil mengidentifikasi berbagai spesies mangrove, di antaranya Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, Nypa fruticans, Acrostichum speciosum, Acanthus ebracteatus, Acanthus ilicifolius, Scyphiphora hydrophyllacea, Lumnitzera racemosa, Camptostemon philippinense, serta Derris trifoliata. Keberagaman spesies tersebut menunjukkan bahwa Arboretum Kolak Sekancil masih memiliki kondisi habitat yang mampu mendukung pertumbuhan berbagai jenis mangrove. Selain vegetasi, tim juga menemukan berbagai fauna asosiasi seperti kepiting mangrove (Parasesarma sp.), ikan glodok (Periophthalmus sp.), ikan buntal (Arothron hispidus), siput isap (Cerithidea cingulata), siput teleskop (Telescopium telescopium), kerang totok (Polymesoda expansa), keong batik (Theodoxus fluviatilis), siput limpet (Siphonaria sp.), dan kumbang daun (Monolepta sp.). Keberadaan berbagai fauna tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem mangrove di Arboretum Kolak Sekancil masih berfungsi dengan baik sebagai habitat, tempat mencari makan, tempat berlindung, dan lokasi berkembang biak bagi berbagai organisme.

Gambar 6. Kepiting Mangrove

Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Arboretum Kolak Sekancil masih berada dalam kondisi yang baik dan memiliki fungsi ekologis penting sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna. Data yang diperoleh diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan, pendidikan lingkungan, serta upaya konservasi dan pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan di wilayah Segara Anakan.

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar