Menjajaki Kawasan Karst Kebumen, Menelusuri dan Memetakan Gua Petruk, Gua Simbar dan Gua Darat

Menjajaki Kawasan Karst Kebumen, Menelusuri dan Memetakan Gua Petruk, Gua Simbar dan Gua Darat

Gambar 1. TIM DIKJUT CAVING

Divisi Susur Gua UPL MPA Unsoed menggelar kegiatan Try Out Pendidikan dan Latihan Lanjutan Anggota Biasa pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026 di Kabupaten Kebumen. Kegiatan yang berlangsung di Gua Petruk (Dusun Madayana, Desa Candirego, Kecamatan Ayah) serta Gua Simbar dan Gua Darat (Desa Rogodadi, Kecamatan Buayan) ini diikuti oleh tujuh Anggota Biasa UPL MPA Unsoed, yaitu M. Fathoni Atthoriq (NRP. UPL-2024514/CK), Alifia Rahmawati (NRP. UPL-2024515/CK), Menik Dwi Hapsari (NRP. UPL-2024519/CK), Naila Andina Amaralita (NRP. UPL-2024520/CK), Achmad Muchlisin (NRP. UPL-2024523/CK), Devi Setia Sari (NRP. UPL-2025532/IS), dan Sekar Ayu Dewi Permata Sari (NRP. UPL-2025536/IS). Dalam pelaksanaannya, para peserta menerapkan teknik Single Rope Technique (SRT) dan teknik rigging di Gua Petruk, serta mempraktikkan teknik penelusuran gua, pemetaan, dan biospeleologi di ketiga gua tersebut.


Gambar 2. Ornamen Gua Petruk

Gua Petruk menyimpan kekayaan alam berupa ornamen seperti stalagtit, stalagmit, pilar, soda straw, flowstone, gourdam, dan gordyn serta memiliki titik-titik menakjubkan yang dinamai pengelola seperti Sendang Katak, Taman Gajah, Taman Maria, Taman Golek, Batu Payudara, Batu Lonceng dan lainnya. Untuk menunjang dan melatih keterampilan teknis, tim menjelajahi jalur vertikal setinggi ± 30 meter dari lantai dua ke lantai satu menggunakan metode Single Rope Technique (SRT) dengan diawali pemasangan anchor kokoh sebagai penambat tali serta didukung alat descender mumpuni dan perlengkapan keselamatan berupa headlamp, sepatu bot, coverall dan helm pelindung. Tim berhasil memetakan lorong utama lantai satu Gua Petruk sepanjang ± 630 meter dengan tingkat ketelitian atau grade 3C menurut BCRA (British Cave Research Association).


Gambar 3. Ornamen Gua Darat

Gambar 4. SRT +- 30 meter

Beralih ke Gua Darat, yang menonjolkan keberadaan stalagtit dan gordyn berukuran besar yang menggantung di sepanjang lorong gua. Sebagian lorong saat ini sudah tertutup oleh runtuhan, sehingga total lorong yang dapat dipetakan hanya sekitar 55 meter. Apabila akan melanjutkan pemetaan, dapat dilakukan di entrance Gua Darat lainnya yang berada tepat di depan entrance Gua Simbar. Sementara itu, keindahan ornamen soda straw berbentuk menyerupai sedotan minuman banyak ditemukan menempel di atap-atap Gua Simbar, yang penelusuran lorongnya kian menakjubkan dengan temuan stalagmit raksasa menjulang layaknya sebuah tugu penanda, setelah sebelumnya tim harus melewati medan berlumpur serta jalur masuk sempit di awal mulut gua yang hanya muat untuk satu orang. Pemetaan Gua Simbar dilakukan hanya sebagian lorong saja, karena apabila akan melanjutkan pemetaan perlu menerapkan teknik SRT. Total panjang lorong yang berhasil dipetakan sekitar 100 meter. Kedua Gua ini terletak pada koordinat 109°47'65" LS dan 07°69'40" LS.


Gambar 5. Tim menyusuri lorong kecil

"Tim Divisi Susur Gua berhasil merampungkan eksplorasi tiga gua di Kebumen selama tiga hari, yang dilanjutkan dengan pengolahan data pemetaan selama dua hari menggunakan sistem Grade 3C, sistem praktis dan cepat ini mampu menghasilkan detail bentuk lorong secara akurat karena diukur langsung di lapangan, lengkap dengan lampiran simbol mendetail yang mencakup ornamen, sedimen, serta bentuk lorong gua," ujar Alifia Rahmawati selaku koordinator pendidikan lanjutan divisi susur gua.

Selain pemetaan, tim juga mendokumentasikan fauna khas bawah tanah seperti kecoak, jangkrik, katak, gastropoda serta koloni kelelawar penghasil endapan guano di ketiga gua tersebut. Eksplorasi di kawasan karst Kebumen ini menjadi bukti nyata kekayaan alam Nusantara yang wajib dijaga, sekaligus pengingat pentingnya mengelola potensi wisata secara bijak. Setiap langkah di lorong gua adalah perjalanan menyusuri jejak waktu. Di balik gelapnya ruang bawah tanah tersimpan keindahan, ilmu pengetahuan, dan pesan bahwa alam harus dijelajahi dengan rasa hormat serta dijaga untuk generasi mendatang.

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar