Try Out Pengembaraan Divisi Konservasi Mangrove
DARI LUMPUR MANGROVE HINGGA LAPORAN PENELITIAN
Nusa Tiranggesik, Kampung Laut, Cilacap | 26–30 Agustus 2026 | UPL MPA UNSOED
"Lebih dari sekadar mengumpulkan data, ini adalah tentang memahami detak kehidupan pesisir. Di antara akar napas dan lumpur sedalam lutut, kami belajar menjaga ekosistem."
Cilacap, 30 Agustus 2026 — Lima hari menjadi waktu bagi anggota UPL MPA UNSOED untuk belajar lebih dekat dengan alam melalui Try Out Pengembaraan Divisi Konservasi Mangrove. Dilaksanakan di Nusa Tiranggesik, Kampung Laut, Cilacap, kegiatan ini memadukan ketangguhan fisik di lapangan dengan ketelitian analisis dalam pengolahan data serta penyusunan laporan.
Tim Peneliti Ekspedisi Mangrove
Kegiatan ini digawangi oleh lima anggota pejuang konservasi:
- Gael Gellet (NRP.UPL-2024517/Cakar Karang) Pendamping
- Marelyne Shinta Probhowati (NRP. UPL-2025535/Igir Samudra) Pendamping
- Primacinta Asa Nareswari (NRP. UPL-2025539/Igir Samudra) Pendamping
- Setya Putra Wibowo (NRP.UPL-AM/Bara Sabana)
- Via Ismatul Maula (NRP.UPL-AM/Bara Sabana)
Eksplorasi dan Identifikasi Spesies Lapangan
Di lapangan, tim Divisi Konservasi Mangrove tidak sekadar berjalan melintasi rawa. Mereka melakukan pengamatan, pengukuran vegetasi, serta identifikasi spesies mangrove yang difokuskan pada tiga stasiun penelitian. Medan berlumpur tidak menyurutkan ketelitian para anggota dalam merekam setiap detail kehidupan flora pesisir.
Dari pengamatan yang dilakukan, Avicennia alba (Api-api) menjadi salah satu spesies primadona yang cukup sering dijumpai mendominasi lokasi penelitian. Setiap temuan spesimen dan hasil pengukuran dicatat secara presisi sebagai bahan utama untuk melihat secara komprehensif kondisi vegetasi mangrove di masing-masing stasiun.
Bertahan di Ekosistem Rawa: Teknik dan Navigasi
Petualangan mangrove menuntut adaptasi lingkungan yang ekstrem. Selain kegiatan penelitian murni, tim juga digembleng melalui praktik lapangan yang menjadi kurikulum wajib Try Out Pengembaraan. Praktik tersebut meliputi mendirikan Flying Camp (bivak gantung di atas lahan basah/berair), menaksir pasang surut air laut, serta keahlian spesifik navigasi rawa.
Kemampuan ini tidak main-main. Latihan ini ditujukan agar peserta siap menghadapi kondisi alam pesisir yang dinamis, cepat merespons perubahan lingkungan (terutama ancaman pasang laut), dan tetap akurat dalam menentukan arah orientasi meski berada di tengah labirin vegetasi mangrove yang homogen.
Dari Analisis Menjadi Bukti Nyata
Data mentah dari lapangan hanyalah permulaan. Seluruh data yang telah dikumpulkan kemudian diolah, diuji, dan dianalisis di luar lapangan. Hasil analisis ini akhirnya dituangkan ke dalam bentuk sebuah laporan penelitian dan laporan kegiatan yang komprehensif, sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah Divisi Konservasi Mangrove.
Dari menyusuri setiap inci stasiun pengamatan hingga merangkai angka menjadi hasil penelitian, setiap proses menjadi bagian dari perjalanan UPL MPA UNSOED. Kegiatan ini menanamkan arti penting memahami dan menjaga garis pertahanan ekosistem pesisir melalui ilmu, pengalaman, dan kerja bersama.




0 Komentar